





Dengan dilatar belakangi kesamaan hobi vespa serta untuk lebih mempererat tali silahturahmi sesama pemilik dan penggemar. Pada jum'at 28 Oktober 1993 di jalan jamika Kota Bandung, diprakarsai oleh Drs. Solehudin (001), Drs Acep Rahmat SH. (002), Dodo Suhendar (004) dan Franky Rahmat (007), secara resmi mendeklarasikan Vespa Antique Club (VAC).

Logo VAC menggambarkan semangat persatuan dan kecintaan terhadap Vespa klasik yang menjadi simbol gaya hidup, sejarah, dan persaudaraan. Elemen-elemen dalam logo memiliki makna sebagai berikut:
Logo ini bukan sekadar lambang, tapi juga identitas dan pemersatu para pencinta Vespa antik di seluruh Indonesia, dengan semangat menjaga warisan, menjalin persaudaraan, dan berbagi rasa hormat terhadap sejarah.

Lebah dengan lambang vespa yang menggambarkan anggota perkumpulan organisasi VAC yang memiliki sifat dan perilaku sebagaimana kehidupan serangga Tawon. Gambar lebah pada maskot menggambarkan bahwa memiliki kesatuan dan persatuan dalam sikap, dan tekad dalam membangun dan memperkokoh komunikasi dari suatu kesamaan hobi atau kegemaran otomotif Vespa. kebersamaan dan kegotongroyongan yang berdasarkan atas prinsip kekeluargaan. VAC selalu kompak bersama-sama dalam hal apapun dengan tujuan memberikan manfaat dan berguna tidak saja untuk dirinya dan komunitasnya, tetapi juga untuk orang lain dan lingkungan sekitar. Setiap anggota VAC selalu berdedikasi dan loyalitas terhadap tegaknya kehormatan dan keharuman organisasi.
